
BEI NTT Dorong Pertumbuhan Investor Muda
9 menit yang lalu
Demonstrasi di Prancis memengaruhi jam operasional bioskop dan membuat produksi film Hollywood bersiaga.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, gelombang demonstrasi besar-besaran yang berujung kerusuhan di berbagai wilayah Prancis sejak 17 Oktober 2026 berdampak pada industri hiburan negara itu, termasuk produksi film Hollywood.
Demonstrasi tersebut dipicu protes atas lonjakan biaya hidup dan memburuknya fasilitas sekolah umum. Situasi itu memaksa bioskop mengubah jam operasional dan membuat sejumlah produksi film Hollywood bersiaga.
Prancis kini menjadi lokasi sejumlah produksi Hollywood. Musim keempat The White Lotus sedang menyelesaikan pengambilan gambar di Riviera Prancis, prekuel Ocean garapan Bradley Cooper syuting di Monako, dan film Pumping Black yang dibintangi Natalie Portman diproduksi di Nice.
Menurut laporan yang sama, Variety pada Jumat (23/10/2026) memberitakan bahwa produser eksekutif Pumping Black, Raphaël Benoliel, mengungkapkan kru Amerika sempat khawatir meski jadwal produksi belum terganggu. Ia menyebut, ketika kru bertanya apakah situasinya berbahaya, pihaknya menjawab bahwa dari lokasi mereka keadaan dirasa aman dan semuanya berjalan lancar.
Benoliel tidak menampik bahwa departemen keamanan internal studio di Hollywood telah mengeluarkan peringatan keras tentang Prancis. Menurut dia, studio menyarankan agar berhati-hati serta menghindari Paris dan Marseille, sehingga Prancis kini ditandai sebagai zona bermasalah. Ia menyamakannya dengan peringatan untuk tidak syuting di Ukraina atau sebagian Timur Tengah.
Eksekutif Gaumont, Isabelle Desgorges, mengatakan kru prekuel Ocean yang menginap di Nice sempat panik saat melihat penjarahan toko dari kejauhan pada akhir pekan. Ia juga khawatir sentimen negatif membuat produser Amerika berpikir dua kali untuk datang ke Prancis dalam waktu dekat.
Dampak juga terasa pada jaringan bioskop setelah Presiden Emmanuel Macron memberlakukan jam malam di kota-kota strategis seperti Paris, Marseille, dan Lyon. Bioskop UGC Ciné Cité Les Halles di Paris memajukan pemutaran film terakhirnya menjadi pukul 19.00 agar penonton bisa pulang tepat waktu. Presiden Federasi Nasional Bioskop Prancis (FNCF) Richard Patry mencatat sekitar 20 hingga 30 bioskop terdampak langsung oleh jam malam, dan menyebut sebagian penonton memang tidak datang karena kebijakan itu.
Prancis bersiap mengerahkan 70 ribu polisi untuk mengamankan aksi protes pada Sabtu (24/10/2026) waktu setempat. Di Orleans, sekitar 20 ribu hingga 30 ribu orang diperkirakan turun ke jalan, tetapi unjuk rasa dilarang digelar di pusat kota. Larangan serupa berlaku di Lyon, sedangkan di Paris pengunjuk rasa hanya boleh berpawai di rute terbatas antara alun-alun Bastille dan Nation di bagian timur kota.
Berbagai pembatasan dan penurunan personel kepolisian itu menuai kritik. Amnesty International mengecamnya sebagai kemerosotan menuju praktik otoriter, dan menurut lembaga itu langkah tersebut justru berisiko membuat aksi protes berlangsung ricuh.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.