
Nezar Patria Soroti Inovasi Teknologi Daerah
14 menit yang lalu
Affandi menilai respons Kapolri atas polemik penggeledahan menunjukkan perhatian terhadap aspirasi publik.
Terbit · 1 min read

Pendiri Baswara Institute Affandi Affan mengapresiasi respons Kapolri terhadap polemik penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah. Menurut laporan ANTARA, polemik itu berujung pada pencopotan mantan Kapolres Sukoharjo.
Affandi menyampaikan apresiasi tersebut dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Rabu (4/11/2026).
Ia menilai langkah cepat pimpinan Polri dalam menanggapi persoalan yang menjadi perhatian publik menunjukkan tanggung jawab institusi. Menurut Affandi, respons itu juga mencerminkan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat.
Affandi mengatakan kepercayaan publik merupakan modal bagi kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan menegakkan hukum. Karena itu, ia menilai respons pimpinan Polri penting untuk mempertahankan legitimasi institusi.
Ia menegaskan penegakan hukum perlu berpedoman pada profesionalitas, proporsionalitas, transparansi, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Menurutnya, tindakan aparat juga harus memperhatikan prosedur, etika, dan hak masyarakat.
Affandi menyebut pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan moral yang memiliki posisi penting di masyarakat. Ia mengimbau masyarakat melihat persoalan penggeledahan secara utuh dan objektif serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang menyudutkan kepolisian.
Ia mengajak masyarakat menjaga kepercayaan publik dan tidak memperkeruh suasana. Affandi menilai kritik tetap diperlukan, dengan penyampaian yang konstruktif dan berlandaskan fakta.