
AS Selidiki Peretasan Binance Senilai Rp114,17 Triliun
14 menit yang lalu
Pengadilan membatalkan izin rute pusat Paris dan menetapkan jalur demonstrasi di pinggiran ibu kota.
Terbit · 1 min read

Pengadilan Tertinggi Prancis mengabulkan banding kepolisian dan membatalkan izin demonstrasi Halloween yang sebelumnya mencakup rute dari Bastille ke Place de la Nation. Menurut laporan CNNIndonesia.com, pengadilan hanya mengizinkan aksi berlangsung di kawasan sekitar Paris.
Keputusan itu disampaikan pada Sabtu (31/10/2026). Rute yang ditetapkan membentang dari Porte de Bagnolet menuju Porte de Charenton, di pinggiran ibu kota Prancis.
Sebelumnya, Pengadilan Paris mencabut larangan kepolisian atas rute Bastille-Nation pada Jumat (30/10/2026) malam. Kepolisian wilayah Paris kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tertinggi.
Pengadilan Tertinggi mengabulkan banding tersebut sehingga rute yang diajukan penyelenggara tidak digunakan. Laporan CNNIndonesia.com menyebut keputusan itu membatasi demonstrasi di kawasan sekitar Paris.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez sebelumnya memperingatkan potensi kerusuhan pada akhir pekan. Dalam pernyataan kepada wartawan pada Kamis (29/10/2026), ia mengatakan sekitar 70 ribu aparat kepolisian akan dikerahkan di seluruh Prancis untuk mengamankan situasi.
“Tanggal 31 Oktober menghadirkan risiko kerusuhan publik yang sangat tinggi,” ujar Nuñez, seperti dikutip Le Monde. Ia juga menyebut pihak berwenang mendeteksi seruan di media sosial untuk berkumpul pada Sabtu malam dan menyerukan “revolusi”.
Gerakan Rompi Kuning dan serikat mahasiswa Prancis menyerukan aksi protes pada Sabtu (31/10/2026), yang diperkirakan berlangsung dalam skala besar. Seruan itu muncul dua minggu setelah demonstrasi ricuh pada 17 Oktober, ketika sejumlah toko dijarah dan bangunan dibakar serta dirusak.
Nuñez mengatakan seruan tersebut disebarkan kelompok sayap kiri radikal dan sejumlah aktivis Rompi Kuning yang, menurutnya, telah mengalami radikalisasi.