
Polisi Amankan Sidang Roy Suryo di PN Jaktim
14 menit yang lalu
Bahan MTPJ GMIM membahas Yakobus 2:1-13 dan seruan menolak perlakuan diskriminatif dalam kehidupan jemaat.
Terbit · 1 min read

Materi MTPJ GMIM untuk 15–21 November 2026 mengangkat tema “Janganlah Iman Itu Kamu Amalkan Dengan Memandang Muka” berdasarkan Yakobus 2:1-13. Menurut laporan Manado Post, bahan tersebut mengajak jemaat menolak perlakuan berbeda berdasarkan status sosial dan penampilan.
Materi itu dimuat Manado Post pada Rabu (4/11/2026). Bahan tersebut ditujukan bagi jemaat GMIM dan mencakup pembahasan teks Alkitab, makna firman, pertanyaan diskusi, doa, serta usulan tata ibadah.
Pembahasan menjelaskan bahwa Yakobus menghubungkan iman kepada Yesus Kristus dengan larangan memandang muka. Dalam materi itu, sikap tersebut dimaknai sebagai perlakuan terhadap seseorang berdasarkan penampilan atau status sosial.
Untuk menggambarkan perlakuan berbeda, bahan membahas contoh orang bercincin emas dan berpakaian indah yang diberi tempat terhormat, sementara orang berpakaian buruk diperlakukan lebih rendah. Materi menyebut perbedaan perlakuan semacam itu bertentangan dengan martabat manusia dan ajaran kasih.
Pada bagian Yakobus 2:5-7, materi mengajak jemaat melihat orang miskin sebagai pihak yang dapat kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan Allah. Bagian ayat 8-11 menekankan hukum kasih dan menyebut sikap memandang muka sebagai pelanggaran terhadap hukum tersebut.
Pembahasan ayat 12-13 mengajak jemaat untuk hidup dan berbicara sebagai orang yang akan dihakimi berdasarkan hukum yang memerdekakan. Materi mengaitkan hukum itu dengan kasih serta cara memperlakukan sesama.
Dalam bagian penerapan, bahan menyerukan gereja menjadi komunitas yang menerima dan menghargai semua orang. Jemaat diajak mengevaluasi cara menyambut dan memperlakukan orang tanpa mengutamakan kekayaan, kuasa, penampilan, pendidikan, ras, atau latar belakang sosial.
Materi juga memuat pertanyaan untuk diskusi tentang diskriminasi dalam persekutuan dan sikap gereja terhadap pembedaan berdasarkan jabatan, kondisi keuangan, serta penampilan. Usulan tata ibadah mencantumkan sejumlah nyanyian, pembacaan Alkitab, persembahan, dan warna dasar hijau dengan simbol salib dan perahu di atas gelombang.