
Jadwal Tidur Teratur Dikaitkan dengan Tekanan Darah
12 menit yang lalu
Eisenkot menyatakan tidak akan bergabung dengan pemerintahan Netanyahu, sementara hasil pemilu belum menghasilkan mayoritas bagi satu kubu.
Terbit · 1 min read

Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot menyatakan tidak akan bergabung dengan pemerintahan yang dipimpin Benjamin Netanyahu, menurut laporan ANTARA yang mengutip penyiar publik Israel KAN. Eisenkot menyampaikan pernyataan itu dalam pertemuan tertutup baru-baru ini, berdasarkan keterangan sumber-sumber yang tidak disebutkan namanya oleh KAN.
KAN melaporkan pernyataan tersebut pada Senin (2/11/2026). Dalam pertemuan itu, Eisenkot mengatakan, “Saya tidak akan duduk dalam pemerintahan yang dipimpin Netanyahu,” seperti dikutip KAN.
Eisenkot juga menyatakan akan hadir jika diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tetapi akan menegaskan bahwa pembentukan pemerintahan merupakan urusan dalam negeri Israel dan menolak campur tangan. Pernyataan itu disampaikan setelah Netanyahu menyatakan terbuka membahas pemerintahan luas, dengan syarat dirinya memimpin.
Netanyahu juga menolak koalisi yang bergantung pada dua partai Arab utama, Ra'am dan Joint List. Menurut laporan yang sama, pemilu parlemen pekan lalu menghasilkan 53 kursi bagi blok Netanyahu, 48 bagi partai oposisi yang dipimpin kelompok Yahudi, dan 19 bagi partai-partai Arab.
Hasil pemilu itu membuat tidak ada kubu yang menguasai mayoritas di Knesset, yang memiliki 120 kursi. Partai Together pimpinan Naftali Bennett, Partai Demokrat pimpinan Yair Golan, dan Partai Yisrael Beytenu pimpinan Avigdor Lieberman merekomendasikan Eisenkot untuk membentuk pemerintahan berikutnya.
Dukungan yang diperkirakan datang dari dua daftar partai Arab dapat menaikkan dukungan terhadap Eisenkot menjadi 67 anggota parlemen. Namun, Lieberman menolak bergabung dengan pemerintahan yang melibatkan partai Arab atau bergantung pada dukungan mereka, sehingga hal itu menjadi hambatan pembentukan koalisi.
Para pemimpin oposisi dijadwalkan bertemu pada Selasa (3/11/2026) untuk menyelaraskan posisi. Presiden Israel Isaac Herzog dijadwalkan memulai konsultasi dua hari dengan faksi-faksi parlemen pada Rabu (4/11/2026).