
20 Ribu Orang Datang ke Gandrung Sewu
12 menit yang lalu
Aksi menentang kenaikan biaya hidup diikuti lebih dari 400.000 orang, menurut data resmi.
Terbit · 1 min read

Hampir 1.000 orang ditahan dalam demonstrasi lanjutan menentang kenaikan biaya hidup di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu (24/10/2026), menurut laporan ANTARA yang mengutip Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez.
Data resmi yang dikutip ANTARA mencatat lebih dari 400.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut. Nunez mengatakan jumlah penahanan masih sementara dan diperkirakan meningkat.
“Sejauh ini, hampir 1.000 orang telah ditangkap,” kata Nunez kepada wartawan, sebagaimana dikutip ANTARA.
Nunez juga menyebut 385 orang ditahan dalam aksi protes pada Sabtu (17/10/2026). Menurut laporan yang sama, sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi nasional pada tanggal tersebut, berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Prancis.
Koresponden RIA Novosti, sebagaimana dikutip ANTARA, melaporkan bahwa polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa setelah aksi pada Sabtu (24/10/2026) berlangsung damai. Menurut koresponden yang sama, situasi serupa terjadi di sejumlah kota lain.
Aksi protes di Prancis bermula pada pertengahan September, ketika pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah.
Aksi itu kemudian diikuti kelompok yang frustrasi terhadap kenaikan harga dan menyebar ke berbagai wilayah Prancis, menurut laporan ANTARA.
Aparat keamanan juga menggunakan gas air mata, granat setrum, dan meriam air untuk menghadapi para pengunjuk rasa, menurut koresponden RIA Novosti sebagaimana dikutip ANTARA.