
Nezar Patria Ingatkan Risiko Penggunaan AI
16 menit yang lalu
Pertemuan di Atlanta membahas tantangan ekonomi, keamanan internasional, dan isu keanggotaan G20.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, pertemuan Menteri Luar Negeri G20 dimulai di Amerika Serikat pada Jumat (30/10/2026), dengan agenda membahas tantangan ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan keamanan internasional.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menjadi tuan rumah pertemuan di Atlanta, Georgia. Fokus pembahasan mencakup pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi dan pangan, kebebasan bernavigasi, serta ketahanan rantai pasok global.
Pertemuan berlangsung ketika konflik internasional, termasuk perang di Ukraina dan ketegangan yang melibatkan Iran, masih menjadi perhatian. Menurut laporan yang sama, situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas regional dan dampaknya terhadap ekonomi global.
Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov termasuk peserta yang hadir. Fidan dijadwalkan membahas situasi di Jalur Gaza, ketegangan Amerika Serikat-Iran, serta pentingnya menjaga jalur maritim strategis.
Fidan juga diperkirakan akan menekankan upaya diplomatik Turkiye untuk mendorong keamanan dan stabilitas regional.
Lavrov memimpin delegasi Rusia dan diperkirakan menyerukan kerja sama ekonomi yang lebih erat serta dialog setara di antara anggota G20. Moskow juga mengkritik keputusan Washington untuk mengecualikan Afrika Selatan dari proses G20 dan meminta hak keanggotaan negara itu dipulihkan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Afrika Selatan tidak akan menerima undangan ke KTT 2026. Menurut laporan yang sama, keputusan itu menyusul boikot Washington terhadap KTT di Johannesburg dan didasari klaim Trump mengenai persekusi terhadap petani kulit putih di Afrika Selatan.
G20 merupakan forum internasional untuk membahas dan mengoordinasikan kebijakan ekonomi global serta menangani berbagai tantangan internasional. Keanggotaannya terdiri dari 19 negara, Uni Eropa, dan Uni Afrika, yang bergabung pada 2023. Forum itu dibentuk pada 1999 setelah krisis keuangan Asia.