
BPJS Kesehatan Bisa Dipakai Dua Kali Sehari
12 menit yang lalu
Sekitar 200 orang berkumpul di Paris meski aksi di pusat kota dilarang.
Terbit · 1 min read

Ratusan pelajar menggelar demonstrasi di dekat Pantheon, Paris, meski otoritas melarang aksi di pusat kota tersebut. Menurut laporan ANTARA yang mengutip koresponden RIA Novosti, sekitar 200 orang berkumpul di kawasan itu.
Aksi berlangsung pada Selasa (3/11/2026) di jalan-jalan sekitar Pantheon. Polisi mencegah para demonstran mendekati monumen tersebut.
Pengadilan Administratif Paris menolak gugatan mahasiswa terhadap larangan demonstrasi di pusat kota pada akhir Oktober. Para mahasiswa hanya diizinkan menggelar aksi di pinggiran ibu kota.
Demonstrasi pada Selasa berlangsung kondusif. Polisi berjaga dengan perlengkapan antihuru-hara, tetapi tidak membubarkan massa.
Sekitar 10 kendaraan polisi disiagakan di sekitar lokasi aksi, menurut laporan yang sama.
Gelombang demonstrasi di Prancis bermula pada pertengahan September, ketika pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan kondisi sekolah.
Aksi itu kemudian diikuti warga yang memprotes kenaikan harga dan meluas ke sejumlah wilayah lain di Prancis.
ANTARA juga melaporkan bahwa demonstrasi nasional terbesar berlangsung pada 17 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 550.000 orang, menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis.