
Tujuh Kesalahan Jalan Kaki untuk Menurunkan Berat Badan
13 menit yang lalu
Upaya blokade terjadi di sejumlah kota setelah siswa kembali dari liburan dua minggu.
Terbit · 1 min read

Protes siswa sekolah menengah di Prancis berlanjut pada Senin (2/11/2026), dengan sekitar 41 sekolah diblokade atau menjadi sasaran upaya blokade. Angka tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan, menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters.
Upaya blokade dilakukan di Paris, Marseille, dan Rennes setelah para siswa kembali dari liburan selama dua minggu. Protes itu berlangsung dalam skala yang lebih kecil dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
Kementerian Pendidikan menyebut sekitar 41 sekolah menengah, atau 1 persen dari seluruh sekolah di negara itu, telah diblokade. Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan kepada France Inter bahwa upaya blokade hanya terjadi di sejumlah kecil sekolah.
Sebelum liburan, ratusan dari lebih 3.000 sekolah menengah di Prancis sempat diblokade. Aksi yang bermula di pinggiran Paris pada September itu kemudian menyebar ke berbagai wilayah.
Protes tersebut berkembang dari isu pendidikan hingga mencakup biaya hidup dan melibatkan serikat pekerja serta aktivis. Aksi-aksi itu terkadang berujung kekerasan, menurut laporan yang sama.
Pada bulan sebelumnya, protes di Prancis berubah menjadi bentrokan dengan polisi dan kerusuhan di beberapa kota. Laporan tersebut menyebut sejumlah toko dijarah dan situasi itu menjadi ujian bagi pemerintahan minoritas Presiden Emmanuel Macron.
Para siswa menuntut renovasi sekolah yang telah menua, penambahan guru dan tempat di universitas, serta perubahan sistem penerimaan universitas yang mereka nilai tidak adil secara sosial.
Laporan yang sama menyebut gelombang protes yang disebut Generasi Z juga terjadi di Jerman, Italia, Belgia, dan Albania. Keluhan yang melatarinya antara lain biaya hidup, kondisi sekolah, dan persepsi mengenai korupsi.