
Saudi Cegat Dua Rudal Houthi di Riyadh
10 menit yang lalu
Hizbullah menyatakan akan terus melawan Israel dan menolak pelucutan senjata selama pendudukan serta serangan berlanjut.
Terbit · 1 min read

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menyatakan kelompoknya akan melanjutkan perlawanan terhadap Israel, apa pun hasil pemilu Israel. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Arab News pada Kamis (29/10/2026), Qassem menyampaikan hal itu pada Rabu (28/10/2026).
Dalam pernyataannya, Qassem mengatakan Hizbullah tidak mempersoalkan siapa yang memerintah Israel. Ia menuntut pasukan Israel meninggalkan wilayah Lebanon yang diduduki.
Qassem juga menyatakan perlawanan akan menghadapi agresi terhadap kelompoknya dan Lebanon. Ia menolak pembahasan pelucutan senjata Hizbullah selama pendudukan dan serangan masih berlangsung.
Laporan CNBC Indonesia menyebut Hizbullah, yang didukung Iran, telah melemah setelah dua perang dengan Israel sejak 2023. Naskah sumber tidak merinci waktu dan dampak kedua perang tersebut.
Pada Juni, otoritas Lebanon dan Israel menandatangani perjanjian kerangka kerja. Kesepakatan itu mencakup pelucutan senjata Hizbullah, penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah pendudukan, serta penempatan tentara Lebanon di wilayah tersebut.
Namun, menurut laporan yang sama, Israel masih melakukan serangan dan penghancuran sporadis di dalam dan sekitar wilayah yang didudukinya. Hizbullah juga menolak rencana pemerintah Lebanon untuk melucuti persenjataannya.
Dalam perkembangan pemilu Israel, blok sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu unggul tipis atas blok oposisi utama setelah 85 persen surat suara dihitung. Laporan tersebut menyebut Netanyahu belum meraih mayoritas setelah pemungutan suara pada Selasa (27/10/2026), tanpa mencantumkan tanggal pemilu.