
Ekspor Unggulan Blora Capai Rp70,04 Miliar
13 menit yang lalu
Vance menyatakan AS optimistis terhadap penyelesaian melalui negosiasi, tetapi menuntut komitmen Iran soal program nuklir.
Terbit · 1 min read

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan optimistis dapat menyelesaikan konflik melalui negosiasi. Menurut laporan ANTARA, Vance menyampaikan pernyataan itu pada Senin (2/11/2026).
Vance berbicara kepada wartawan setelah berbicara dengan Presiden Donald Trump sekitar satu jam sebelumnya. Ia mengatakan keduanya optimistis terhadap peluang penyelesaian melalui negosiasi dan akan terus mengupayakannya.
Vance menyebut Iran sulit ditebak. Ia mengatakan Trump tetap menyiapkan opsi militer maupun nonmiliter, sementara Washington telah mencapai kemajuan dan berharap pembicaraan berlanjut.
Saat ditanya apakah Iran diberi tenggat sebelum serangan kembali dilancarkan, Vance menjawab, “Tidak, kami tidak menetapkan tenggat waktu.”
Menurut Vance, Amerika Serikat ingin memastikan Iran tidak membangun kembali program nuklirnya setelah program itu dilumpuhkan. Ia mengatakan hal tersebut memerlukan komitmen tegas dan dapat diverifikasi dari Iran.
Beberapa jam sebelum pernyataan Vance, Trump mengatakan Iran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki bulan kesembilan. Dalam acara pembukaan kembali Lincoln Memorial Reflecting Pool di Washington, Trump juga mengatakan Iran meminta Washington berhenti menargetkan para pemimpinnya dan menyatakan akan memenuhi permintaan itu.
Ketegangan di Timur Tengah berlanjut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu tindakan balasan Iran di sejumlah wilayah. Upaya diplomatik dan penandatanganan nota kesepahaman Washington-Teheran pada Juni belum meredakan ketegangan terkait pengaturan keamanan dan navigasi di Selat Hormuz.