
TNI AL Siapkan Pilot Puspenerbal Tangani Karhutla
12 menit yang lalu
Kemkomdigi menyebut Bali Tech Week 2026 membuka peluang investasi, akses pasar global, dan dialog kebijakan ASEAN.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA, Bali Tech Week (BTW) 2026 yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia melalui kolaborasi yang membuka peluang investasi, akses pasar global, dan pengembangan kecerdasan artifisial (AI). Forum ini juga memperkuat dialog kebijakan di kawasan ASEAN.
BTW 2026 diselenggarakan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur. Acara ini mempertemukan pemerintah, industri, perusahaan rintisan, investor, akademisi, dan komunitas dari Indonesia serta berbagai negara.
Mengusung tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”, BTW menghimpun 13 agenda teknologi. Menurut laporan yang sama, rangkaian acara itu didukung Telkom Indonesia sebagai mitra pendiri, serta mitra strategis antara lain Telkomsel, GoTo, dan InJourney.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa konektivitas harus menghasilkan pertumbuhan sekaligus memberikan pelindungan bagi masyarakat dan kepastian bagi dunia usaha. “Tidak ada pertumbuhan ekonomi yang layak dikejar kalau tidak ada keterjagaan. Pada ujungnya, inovasi harus mampu melindungi masyarakat, dan melindungi perusahaan dengan memberikan kepastian regulasi,” kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan bisnis difasilitasi melalui HUB.ID Global Summit dan Indonesia Game Developer Exchange (IGDX), yang mempertemukan ratusan perusahaan rintisan, investor, dan korporasi dari puluhan negara. Program Access to Market Tour oleh Endeavor Indonesia turut memperluas jejaring pengusaha dari Asia Tenggara, Arab Saudi, dan Brasil.
Pada sektor teknologi, GoTo meluncurkan model bahasa besar (LLM) sumber terbuka yang secara khusus dilatih untuk memahami bahasa Indonesia dan beberapa bahasa daerah. Model AI dengan 27 miliar parameter itu dapat diakses gratis oleh peneliti dan publik, sementara Telkomsel memamerkan sembilan produk AI lokal, termasuk sistem deteksi penipuan dan asisten virtual.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menilai acara ini menjadi tonggak penting kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia. “Melalui HUB.ID Global Summit, kolaborasi ini diterjemahkan menjadi pertemuan bisnis yang terarah, membuka akses pendanaan, kemitraan strategis, dan pasar bagi inovasi Indonesia,” ujarnya.
Dialog strategis juga membahas ketahanan infrastruktur dan ekosistem aset digital, dengan fokus pada pemerataan pusat data hingga wilayah Indonesia timur, pelindungan konsumen teknologi rantai blok, dan kesiapan menghadapi tantangan keamanan siber. Keterlibatan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Singapura Josephine Teo serta Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil memperkuat komitmen regulasi regional, terutama soal tata kelola platform digital dan pelindungan anak.
Pada penutupan rangkaian acara, Kemkomdigi menetapkan empat agenda aksi prioritas pasca-BTW 2026, yakni pemetaan infrastruktur digital, percontohan adopsi teknologi, penguatan talenta AI, dan penyelarasan regulasi. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menekankan bahwa keberhasilan forum terletak pada implementasi kebijakan. “Forum yang baik tidak hanya diukur dari ramainya diskusi, melainkan dari apa yang akan kita kerjakan setelahnya,” kata Nezar.