
PB HMI MPO Dorong Penguatan Satu Data
16 menit yang lalu
Syifa Fadiyah menjelaskan agen AI dapat menjalankan tugas bisnis, tetapi perlu batas wewenang dan pengawasan.
Terbit · 1 min read

Wakil Presiden Komunikasi HashMicro Syifa Fadiyah memaparkan perkembangan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan penggunaan agen AI dalam bisnis. Menurut laporan CNBC Indonesia, ia menyampaikan hal itu dalam acara Road to CNBC Indonesia Awards 2026.
Pemaparan tersebut berlangsung di Jakarta pada Jumat (30/10/2026).
Menurut Syifa, adopsi AI di dunia bisnis meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi itu dapat membantu menganalisis data, melayani pelanggan, dan mendukung proses pengambilan keputusan.
Ia menjelaskan bahwa agen AI menggeser penggunaan AI dari sekadar menghasilkan informasi menjadi teknologi yang dapat menjalankan tugas dengan tingkat otonomi tertentu. Agentic AI, menurut Syifa, dapat bekerja menuju target dengan berinteraksi dengan data perusahaan.
Dalam proses penerimaan pesanan, AI sebelumnya dapat merangkum percakapan atau merespons pelanggan. Syifa mengatakan agen AI juga dapat menafsirkan percakapan, mengambil informasi pelanggan dan produk, memeriksa ketersediaan stok, lalu memproses pesanan penjualan.
Syifa mengatakan penggunaan AI perlu dibatasi dengan wewenang yang jelas agar sistem mengetahui tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Agen AI, misalnya, dapat membuat pesanan pembelian, tetapi harus meminta persetujuan manajer sebelum memproses pengadaan atau komitmen dengan nilai tertentu.
Ia juga menyoroti tantangan dalam memastikan agen AI bekerja dengan data bisnis dan dapat diandalkan. Menurut Syifa, kemudahan akses ke berbagai platform tidak serta-merta memastikan sistem tersebut tepercaya.