
Gandrung Sewu 2026 Usung Tema Kembang Dermo
1 jam yang lalu
Studi mengaitkan konsumsi kafein tinggi pada anak dengan tidur lebih singkat dan perbedaan struktur otak.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, studi dari Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience menemukan bahwa konsumsi kafein yang lebih tinggi pada anak berkaitan dengan durasi tidur yang lebih singkat serta perbedaan kecil pada struktur otak. Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga dalam minuman bersoda yang akrab dikonsumsi anak-anak.
Penelitian itu memakai data 9.632 anak berusia 9-11 tahun yang mengikuti Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) Study di Amerika Serikat.
Para peneliti mengumpulkan informasi tentang jumlah minuman berkafein yang biasa dikonsumsi anak setiap minggu, termasuk kopi, teh, dan minuman bersoda. Orang tua juga diminta melaporkan rata-rata durasi tidur anak.
Peneliti kemudian menganalisis hasil pemindaian MRI untuk mengukur ketebalan dan luas permukaan korteks, yaitu lapisan terluar otak. Bagian ini berperan dalam perhatian, pengambilan keputusan, pemrosesan informasi, hingga pengelolaan emosi.
Hasilnya, anak yang mengonsumsi lebih banyak kafein cenderung memiliki luas permukaan korteks yang lebih kecil. Perbedaan juga ditemukan antara anak yang mengonsumsi setidaknya satu minuman berkafein per minggu dan anak yang tidak mengonsumsinya.
Menurut laporan yang sama, temuan ini tidak berarti kafein langsung menyebabkan perubahan pada otak anak. Penelitian tersebut hanya menunjukkan adanya hubungan antara pola konsumsi kafein dan struktur otak, bukan hubungan sebab-akibat.
Peneliti menemukan bahwa hubungan antara konsumsi kafein dan perbedaan struktur otak sebagian besar didorong oleh konsumsi minuman bersoda. Kandungan kafein dalam minuman bersoda berbeda-beda bergantung pada produk dan ukuran sajian, dan peneliti belum dapat memisahkan secara pasti pengaruh kafein dari faktor lain yang menyertai konsumsi minuman tersebut.
Anak yang mengonsumsi lebih banyak kafein juga cenderung tidur lebih singkat, dan durasi tidur yang lebih singkat berkaitan dengan perbedaan struktur otak yang ditemukan. Kedua temuan itu membantu menjelaskan hubungan antara konsumsi kafein dan masalah perhatian, suasana hati, serta perilaku yang dilaporkan enam bulan kemudian.
Laporan tersebut menyarankan orang tua memperhatikan jenis minuman yang dikonsumsi anak dan memeriksa label kemasan untuk mengetahui kandungan kafeinnya. Orang tua juga dianjurkan membangun kebiasaan tidur yang teratur bagi anak.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.